Informasi

Informasi Cara Kerja, Akad Musyarakah, Akad Wakalah & Penjelasan Bagi Hasil.

  • Dalam platform Plazadana ini skema kerjasama antar anggota yang tergabung dalam koperasi menggunakan akad musyarakah (partnership) sedangkan antara anggota koperasi, koperasi dengan Plazadana menggunakan akad wakalah bil ujroh (fee) dengan skema sebagai berikut:

    Cara Kerja Plazadana
  • MUSYARAKAH (SYIRKAH) adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk melakukan suatu kegiatan usaha tertentu; masing-masing pihak memberikan kontribusi dana sesuai dengan porsi yang disepakati. Sementara keuntungan yang diperoleh maupun kerugian yang mungkin timbul akan dibagi secara proporsional atau sesuai dengan kesepakatan bersama.

    Landasan Syariah

    "... Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; dan amat sedikitlah mereka ini." (QS. Shaad (38) : 24)

    "Aku adalah pihak ketiga dari dua orang yang berserikat selama salah satunya tidak menghianati lainnya." (HR. Abu Daud dan Hakim)

    Jenis Musyarakah

    • MUSYARAKAH KEPEMILIKAN (SYIRKAH AL MILK) Jenis Musyarakah ini timbul karena faktor warisan, wasiat atau kondisi lainnya yang mengakibatkan terjadinya kepemilikan terhadap suatu assets oleh dua orang atau lebih. Keuntungan yang diperoleh dari pengoperasian assets tersebut kemudian dibagi bersama berdasarkan kesepakatan.
    • MUSYARAKAH AKAD (SYIRKAH AL ‘UQUD) Merupakan hasil suatu kesepakatan dari dua orang atau lebih untuk mengadakan kerjasama usaha. Masing-masing memberikan kontribusi modal dan sepakat untuk berbagi keuntungan maupun kerugian.

    Akad musyarakah terbagi menjadi:

    1. Syirkah al-inan, merupakan akad kerjasama antara dua orang atau lebih, masing-masing memberikan kontribusi dana dan berpartisipasi dalam kerja. Porsi dana dan bobot partisipasi dalam kerja tidak harus sama, bahkan dimungkinkan hanya salah seorang yang aktif mengelola usaha yang ditunjuk oleh partner lainnya. Sementara keuntungan atau kerugian yang timbul dibagi menurut kesepakatan bersama.
    2. Syirkah mufawadhah, merupakan akad kerjasama antara dua orang atau lebih, masing-masing memberikan kontribusi dana dalam porsi yang sama dan berpartisipasi dalam kerja dengan bobot yang sama pula. Masing-masing partner saling menanggung satu sama lain dalam hak dan kewajiban. Tidak diperkenankan salah seorang memasukkan modal yang lebih besar dan memperoleh keuntungan yang lebih besar pula dibandingkan dengan partner lainnya. Keuntungan maupun kerugian yang diperoleh harus dibagi secara sama.
    3. Syirkah a'mal, merupakan kesepakatan kerjasama antara dua orang atau lebih yang memiliki profesi dan keahlian tertentu, untuk menerima serta melaksanakan suatu pekerjaan secara bersama dan berbagi keuntungan dari hasil yang diperoleh.
    4. Syirkah wujuh, Syirkah ini terbentuk antara dua orang atau lebih, tanpa setoran modal. Modal yang digunakan hanyalah nama baik yang dimiliki, terutama karena kepribadian dan kejujuran masing-masing dalam berniaga. Dengan memiliki reputasi seperti itu, mereka dapat membeli barang-barang tertentu dengan pembayaran tangguh dan menjualnya kembali secara tunai. Keuntungan yang diperoleh akan dibagi sesuai dengan kesepakatan bersama. Dari keempat jenis MUSYARAKAH AKAD tersebut, hanya SYIRKAH AL INAN yang diaplikasikan dalam lembaga keuangan syariah sebagai salah satu produk pembiayaan, karena karakteristiknya yang sesuai.
  • Wakalah adalah: Akad perwakilan antara dua pihak, dimana pihak pertama mewakilkan suatu urusan kepada pihak kedua untuk bertindak atas nama pihak pertama.

    1. Wakalah al-mutlaqah, adalah: mewakilkan secara mutlak, tanpa batasan waktu dan untuk segala urusan.
    2. Wakalah al-muqayyadah, adalah: penunjukan wakil untuk bertindak atas namanya dalam urusan-urusan tertentu.
    3. Wakalah al-ammah, adalah: perwakilan yang lebih luas dari pada al muqayyadah tetapi lebih sederhana dari pada al mutlaqah.
  • Imbal hasil usaha akan dibagi hasilkan secara periodik (bulanan, triwulanan, semesteran, tahunan) sesuai dengan kesepakatan dengan para nggota koperasi. Pendistribusian bagi hasil kepada anggota koperasi adalah imbal hasil bersih (telah dipotong pajak sebesar 15% sesuai dengan ketentuan pajak penghasilan)

Situs ini menggunakan cookie. Dengan melanjutkan menelusuri situs, Anda menyetujui penggunaan cookie kami  

PT. Bina Amwaluna Suarga
Copyright © 2018 all right reserved.

Sosial Media

Office 8, Level 18-A
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 SCBD
Jakarta Selatan 12190, Indonesia